Anda akan dialihkan ke Film Dewasa, dalam
detik





Powered by Blogger.

MENU UTAMA

Entri Populer

Search

Laman

Si Kecil Suka Lagu Dangdut Dewasa Bikin Orang Tua Khawatir

Salam Mbak, anak saya usia 5 tahun senang sekali lagu dangdut apalagi kalau sambil joget-joget centil gitu dia suka sekali. Yang mau saya tanyakan apakah suka menyanyi lagu dangdut atau lagu dewasa lain, berpengaruh pada kondisi psikis (kedewasaan) anak saya kelak?

Jeremia (Wanita, 29 tahun)
yeremia.XXXXX@yahoo.com
Tinggi 154, berat 48 kg

Jawaban

Dear Ibu Jeremia, anak-anak biasanya memang menyukai sesuatu yang bersifat seni misalnya menggambar, menari, menyanyi dll. Namun, terkadang konten yang disukai tidak sesuai dengan usianya. Jadi memang lebih baik orang tua membuat filter mengenai konten apa saja yang dapat dikonsumsi oleh anak dan menghindari yang kira-kira tidak sesuai usia. Jika sudah terlanjur dikonsumsi, maka orangtua harus memberikan pemahaman bahwa anak dapat bernyanyi lagu anak-anak dan bukan orang dewasa.

Pengaruhnya secara langsung adalah kosakata yang dimiliki anak pastinya akan bertambah dan lebih bersifat kosakata orang dewasa yang mungkin saja sang anak belum tentu paham maknanya secara benar. Ibu perlu selalu mendampingi anak ketika sedang menonton TV dan bermain gadget sehingga bisa memantau secara konsisten konten yang dipelajari/diserap oleh anak.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi

Pipis Berdarah, Apakah Itu Batu Ginjal?

Dokter, sudah 2 minggu ini saya terkadang mengalami pipis yang ada darahnya. Sekitar 9 tahun yang lalu saya sempat mengalami batu ginjal hingga kolik dan akhirnya di pecahkan melalui ESWL.

Namun belakangan ini saya mengalami pipis yang mengandung darah, dan terkadang bila pipis agak perih dan seperti anyang-anyangan. Apakah itu pertanda adanya batu ginjal lagi?

Karena saya sempat ke dokter bedah urologi serta di USG. Didapati adanya batu di ginjal dan kandung kemih yang kecil-kecil. Sementara saya diberikan obat Alopurinol, kalsium Karbonat dan obat pengihilang nyeri. Khususnya bila saya banyak aktivitas pipis agak mengandung darah.

Apakah itu pertanda ada pergesekan di batu ginjal sehingga melukai? Terimakasih penjelasannya.

Agoes (Pria Menikah, 40 Tahun), agoesxxx@yahoo.com
Tinggi Badan 160 Cm dan Berat Badan 60 Kg

Jawaban:

Memperhatikan riwayat penyakit batu saluran kemih anda. Jelas sudah ada batu lagi di ginjal dan kandung kemih (dari USG) dan darah di air kencing karena, adanya luka di saluran kencing akibat adanya batu.

Anda sebaiknya konsultasi ke ahli bedah urologi untuk penanganan lebih lanjut. Perlu diketahui sekali ada batu, berarti seumur hidup sering terbentuk batu.

Dr. Patriot Muslim Sp.U

Apakah Keseringan Duduk Bisa Bikin Hernia?

Salam dok! Apakah keseringan duduk bisa menyebabkan hernia? Karena kantung kemih saya agak besar sebelah kanan tapi saya tekan langsung naik lagi. Tapi kalau saya nahan kalau mau pup, kantung kemih saya sakit seperti ditarik, ada bunyi keurek gitu sakitnya kadang seharian.

Pertanyaan saya apa itu hernia? Setahu saya kantung kemih saya besarnya dari kecil apa itu obatnya?

Saprudin (Pria Menikah, 30 tahun), anggXXXX@ovi.com
Tinggi badan 170 cm dan Berat badan 72 kg

Jawaban

Dari riwayat penyakit yang bapak sampaikan, kemungkinan besar bapak menderiata Hernia. Perlu Bapak ketahui, hernia terjadi karena adanya bagian dinding perut yang lemah, sehingga ada celah masuknya isi perut (misalnya usus dan isi perut lainnya).

Untuk bapak kemungkinan usus yang masuk ke kantong hernianya oleh karena itu sering berbunyi-bunyi. Says anjurkan bapak konsultasi ke dokter Bedah.

Dr. Patriot Muslim Sp.U

Tensi Darah Rendah dan Sudah ke Dokter Namun Tak Kunjung Membaik

Assalamualaikum Dok. Dua hari kemarin saya mendatangi dokter umum, katanya saya mempunyai tensi darah di bawah normal. Diberi beberapa tablet untuk mual, pusing, dan vitamin. Namun belum kunjung membaik. Gejala saya pusing (sering kedutan bagian dahi dan punggung kepala), pandangan dobel, badan keringatan, sering merasa semriwing bagian belakang, sakit daerah dada, kadang sulit bernapas, badan lemas. Kira-kira penyakit apa yang ditunjukan dengan simptom yang saya sebutkan di atas? Terimakasih Dok sebelumnya.

Arel 277 (Pria, 26 tahun)
rahmat.XXXXXX@gmail.com
Tinggi 170 cm, berat 62 kg

Jawaban

Mas Rahmat Taufik yang dirahmati Allah, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. To the point saja ya. Di usia 26 tahun, keluhan di atas sepertinya biasa dan umum dijumpai. Tenang saja. Tak perlu risau. Tak perlu galau. Mungkin saja kondisi tubuh memang sedang lelah, daya tahan atau sistem imun menurun, faktor lingkungan atau cuaca yang memang terkadang tak bersahabat, tuntutan kerja yang adakalanya membuat tidak nyaman, dsb.

Yang sedikit disayangkan, Mas Rahmat Taufik belum menyebutkan secara detail dan pasti, misalnya: berapa tekanan darah saat diperiksa dokter, apa nama tablet dan vitamin yang diberikan dokter? Selain darah rendah, apa (saja) diagnosis dan nasihat yang dikatakan dokter saat itu kepada mas? Apa profesi, kebiasaan, hobi mas sehari-hari? Bila sudah bekerja, sarana transportasi apakah yang digunakan menuju ke kantor? Apakah ada problematika (diri sendiri, keluarga, tempat bekerja, dsb) yang masih belum ada solusinya hingga saat ini? Seberapa sering mas rajin berolahraga?

Seberapa religius diri Mas saat ini? Yang terpenting, dari beragam keluhan di atas, keluhan utama yang manakah yang dirasakan paling mengganggu Mas Rahmat Taufik?Memang secara teoretis, kalau mencermati beragam keluhan (tanda-gejala) di atas, tentu ada banyak sekali diagnosis banding, seperti: hipotensi, migraine, vertigo, nyeri kepala tegang otot (tension type headache), anemia, gangguan tiroid (hiper/hipotiroid, adenoma toksik), psikosomatis, dsb.

Namun, kabar gembiranya, Mas Rahmat Taufik tidak perlu khawatir terkena semua itu, sebab belum dilakukan pemeriksaan penunjang (berupa: laboratorium, dsb). Yang dapat Mas lakukan saat ini adalah tetap beraktivitas seperti biasa, senantiasa bersyukur, berdoa memohon kesehatan kepada Allah, memiliki mindset positif dan semangat untuk terus berkarya, tetap melakukan anjuran/nasihat dokter, berpola hidup sehat dan seimbang.

Bila ada kesalahan, maka itu dari kami, mohon dimaklumi dan dimaafkan. Bila ada kebenaran, maka itu datangnya semata dari Allah. Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo

Vertigo Kambuh, Bagaimana Solusinya?

Dok, saya mempunyai riwayat vertigo dan sebagai info tambahan tes lab terakhir LDL saya sangat tinggi (203). Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
1. Jika kambuh yang terasa hanya badan kehilangan keseimbangan tanpa disertai muntah-muntah dan sangat sensitif dengan gerakan melawan gravitasi. Seperti ketika di pesawat gerakan take off dan descent sangat saya rasakan.
2. Amankah jika vertigo kambuh mengonsumsi obat (seperti, xxxtigo)? Terimakasih.

Yudi (Pria, 40 tahun)
yudiXXXXXX@gmail.com
Tinggi 173 cm, berat 55 kg

Jawaban

Pertama, kami ingin menjelaskan tentang LDL. LDL (low-density lipoprotein) sering dikatakan sebagai 'kolesterol jahat'. Mengapa? Karena tingginya LDL sebagai prediktor kemungkinan adanya bekuan atau jendalan darah, kemungkinan menderita serangan jantung, atherosclerosis (pengerasan pembuluh darah arteri), penyakit jantung koroner, stroke. Kolesterol LDL cenderung menumpuk di dinding pembuluh darah arteri. Biasanya proses ini berlangsung menahun, boleh jadi dimulai sejak kecil. Sekadar diketahui, kadar optimal LDL adalah kurang dari 100 mg/dL.

Kedua, kami ingin menjelaskan tentang efek samping obat 'Mertigo'.
Secara umum, obat hanya boleh dikonsumsi dengan resep dokter, sesuai indikasi dan penyebab yang mendasarinya. Mengingat efek samping yang boleh jadi membahayakan tubuh. Pada kasus yang mas Yudi alami, sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Karena obat "Mertigo" mengandung zat bernama: Betahistine mesylate.

Efek samping obat ini antara lain: munculnya ruam kemerahan di kulit, gangguan di saluran pencernaan, mual, dan muntah. Dokter akan berhati-hati memberikan obat ini, terutama bila penderita vertigo itu memiliki riwayat pernah menderita penyakit tertentu, seperti: asma bronkial, urtikaria (biduren), gangguan saluran cerna (misal: ulkus peptikum). Jelaslah bahwa untuk mengobati penyakit tidaklah sesederhana 'sakitnya ini, obatnya ini'.

Namun melalui proses: anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, membuat diagnosis banding, penegakan diagnosis, pemberian tatalaksana sesuai indikasi, dilanjutkan dengan edukasi, dan follow up. Inilah 'The Art of Medicine', seni dan pendekatan di dalam dunia kedokteran.

Ketiga, kami ingin memberikan informasi bahwa alangkah bijaksana bila Mas Yudi segera memeriksakan diri ke dokter. Sebab ada beragam diagnosis banding untuk vertigo, misalnya: presinkop, vertigo sentral, vertigo perifer, penyakit Meniere, vertiginous migraine, iskemia vaskuler (TIA, stroke), fistula perilimfatik, vestibular neuronitis, gangguan cemas. Untuk memastikan diagnosis BPPV (benign paroxysmal positional vertigo), maka dokter akan melakukan manuver Dix-Hallpike.

Bila benar menderita BPPV, maka dokter akan merekomendasikan manuver Epley (prosedur reposisioning kanalith). Untuk kasus penyakit Meniere, dokter akan merekomendasikan diet rendah garam atau obat-obat golongan diuretik. Untuk kasus cemas, dokter akan memberikan obat-obat golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs).

Secara umum, strategi pencegahan vertigo:
1. Berhati-hati terhadap kemungkinan cedera atau jatuh yang mungkin saja terjadi akibat gangguan keseimbangan.
2. Jika vertigo dikarenakan 'motion sickness', maka dokter akan memberikan
pemberian terapi awal (pretreatment) dengan obat golongan antikolinergik (misalnya: scopolamine).
3. Berhati-hati bila diberi resep dokter obat-obatan golongan psikotropika
(antipsikotik, antidepresan, antikonvulsan, penstabil mood, ansiolitik), aspirin, aminoglikosida, furosemid, amiodaron. Semua obat ini berpotensi menyebabkan vertigo.
4. Manajemen stres dengan komprehensif dan paripurna.
5. Bahagiakanlah hati. Manjakanlah diri. Misalnya: dengan relaksasi, melakukan hobi yang selama ini belum dilakukan, dsb. Hindari kondisi terlalu lelah (misal: kerja lembur). Hati yang bahagia adalah sumber kesehatan.
6. Berpola hidup sehat dan seimbang.
7. Lebih mendekatkan diri kepada Allah. Kepasrahan diri kepadaNya efektif
meningkatkan sistem kekebalan (imunologi) tubuh. Allah sumber kesembuhan.

Demikian penjelasan ini. Semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo

Merelakan Suami Menikah Lagi Demi Mendapatkan Keturunan

Halo Mbak Diana, saya sudah menikah 7 tahun dan belum dikaruniai momongan. Karena saya sudah terlalu lelah, saya mau merelakan suami saya untuk menikah lagi, tapi dia masih sangsi. Apalagi keluarga besar tidak mendukung keinginan saya meski di sisi lain saya iba dengan suami saya. Bagaimanapun saya ingin supaya ada keturunan di keluarga saya, selama ini keluarga suami juga selalu menanyakan kapan suami saya punya keturunan. Bagaimana saya harus bersikap Mbak?

Puput (Wanita, 33 tahun)
putXXXXXX@gmail.com
Tinggi 151 cm, berat 50 kg

Jawaban

Halo Mbak Puput,

Coba bicarakan lagi dengan baik masalah ini. Belum tentu lho, saat suami menikah lagi ia akan punya keturunan. Tidak ada jaminan untuk itu.

Bicarkaan kondisi pernikahan Anda kembali dengan suami. Memang kebanyakan orang menganggap bahwa dalam pernikahan harus ada keturunan. Namun tidak selamanya seperti itu lho. Banyak juga orang menikah tanpa anak dan mereka amat menikmati pernikahannya. Adopsi juga bisa menjadi salah satu pertimbangan.

Saat menikah, segala keputusan ada di tangan Anda berdua. Jangan biarkan orang lain mempengaruhi kebahagiaan Anda berdua. Kalau Anda berdua memang berbahagia, menikmati keberadaan masing-masing, mengapa harus mengorbankan kebahagiaan ini?

Banyak juga kasus di mana pasangan sudah lebih pasrah akan keberadaan anak, stress berkurang, merasa lebih santai malah kemudian dikaruniai anak. Masih banyak Mbak, yang Anda dan suami dapat lakukan untuk kebahagiaan bersama sambil terus berdoa untuk karuniaNya.

Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd

Suami Mau Mandiri Tapi Istri Masih Ingin Tinggal dengan Orang Tua

Salam kenal Mbak, langsung saja ya. Saya sampai saat ini masih tinggal di rumah orang tua istri tapi saya jujur merasa tidak nyaman. Saya sudah 3 tahun menikah dan belum punya anak. Saya mau ajak istri pindah, tapi mertua saya hanya tinggal berdua karena istri saya memang anak tunggal. Saya harus bagaimana ya Mbak?

Yudhi (Pria, 34 tahun)
yudhiXXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 166 cm, berat 61 kg

Jawaban

Halo Pak Yudhi,

Memang agak sulit ya keadaannya. Di satu sisi sudah seharusnya Anda tinggal berdua istri untuk membangun keluarga baru. Namun di sisi lain, bisa jadi istri merasa khawatir kalau harus meninggalkan orang tuanya sendirian di rumah.

Anda bisa mendiskusikan keadaan ini dengan istri. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan seperti misalnya mencari rumah di dekat orang tua atau kunjungan rutin. Semuanya harus Anda diskusikan dulu dengan istri, untuk mencari jalan yang terbaik.

Diskusikan juga alasan mengapa istri masih ingin berada di rumah. Apakah ia khawatir dengan keadaan orang tuanya atau ia masih takut untuk mandiri? Karena kalau kita tahu alasan yang sebenarnya maka kita juga dapat mencari penyelesaian terbaik.

Yang penting, saat berdiskusi, lakukanlah dengan baik-baik. Cari kalimat-kalimat yang positif agar masing-masing tidak merasa terintimidasi dan diskusi pun dapat berjalan dengan lancar. Semoga mendapat penyelesaian terbaik ya Pak.

Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd

Urine Berwarna Kuning Akibat Kelelahan Kerja, Bagaimana Solusinya?

Setahun belakangan ini, apabila kecapekan kerja, air seni jadi kuning dan berlangsung berhari-hari, pinggang pun nyeri sewaktu bangun pagi. Selain itu perut juga kembung terasa sesak bahkan konsentrasi terganggu. Mohon solusinya. Terimakasih.

Junedi (Pria)
juXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 172 cm, berat 68 kg

Jawaban

Solusinya sederhana: berpola hidup sehat dan seimbang. Caranya mudah: perbanyak minum air bening (minimal delapan gelas per hari), rutin berolahraga minimal 30 menit setiap pagi (kalau tidak sempat, maka carilah tempat parkir yang agak jauh dari kantor agar dapat berjalan kaki), makan-tidur-bangun secara teratur dan tidak berlebihan. Misalnya: tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.

Lakukanlah aturan emas '10 Menit', yakni dengan memilih untuk melakukan minimal satu dari beberapa aktvitas yang menyenangkan berikut ini, selama minimal 10 menit:
1. istirahatkanlah pikiran dengan mendengarkan musik yang disukai,
2. bersantai sejenak dengan sahabat,
3. berkebun (misalnya: menanam bibit tanaman obat, menyirami tanaman, dsb),
4. berbagi cerita dengan keluarga atau rekan
5. manjakanlah diri sendiri untuk tidak melakukan apapun, dengan kata lain, benar-benar rileks,
6. luangkanlah waktu untuk membaca kitab suci atau bacaan apapun,
7. milikilah buku harian dan biasakanlah setiap sebelum tidur menuliskan apa yang akan telah dan akan dilakukan,
8. maksimalkan potensi atau hobi yang selama ini belum tergali atau dilakukan.
9. luangkanlah waktu untuk mensyukuri semua nikmat yang diberikan Allah, hindari berkeluh kesah. Jadikan dan hadirkan Allah ada selalu di dalam kehidupan Anda.
10. setiap saat bangun tidur, ucapkanlah syukur, teriakkan kata 'SEMANGAT' sambil mengepalkan tangan ke atas. Bayangkanlah berbagai keajaiban akan datang menghampiri Anda.

Di samping itu, boleh juga melakukan saran berikut ini:
1. luangkanlah waktu, sesekali bersama sahabat, tetangga, atau keluarga, untuk berbagi bersama mereka yang memerlukan (misal: berkunjung ke panti asuhan, panti jompo, bakti sosial, dsb)
2. luangkan waktu sehari dalam seminggu untuk rekreasi bersama teman atau keluarga ke alam bebas untuk menyegarkan pikiran.

Silakan melakukan saran saya di atas minimal selama satu bulan. Lalu, rasakanlah 'berjuta keajaiban' yang akan Bapak alami. Insya Allah.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo

Memiliki Kecenderungan Suka dengan Sesama Jenis Sejak Kecil

Sejak kecil saya cenderung suka melihat laki-laki dan tertarik kepada laki-laki, apakah berarti saya gay? Dan apakah ada cara agar bisa merubah orientasi seks saya? Terimakasih.

Torik (Pria, 20 tahun)
torik.XXXXXX@gmail.com
Tinggi 175 cm, berat 62 kg

Jawaban

Halo Torik, memiliki ketertarikan secara fisik dan psikis dengan laki-laki tidak serta merta dapat dikaitkan dengan orientasi seksual. Biasanya hal ini perlu dianalisa lebih mendalam, sehingga dapat diketahui apakah hal yang kamu alami tersebut termasuk orientasi seksual ke sesama jenis, atau hanya berupa ketertarikan terhadap keindahan kaum Adam. Namun, saran saya adalah temui dan konsultasikan hal ini kepada psikolog/psikiater agar dapat dibantu pemahaman mendalamnya.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi

Tes DNA Menunjukkan si Kecil Bukan Anak Kandung, Harus Bagaimana?

Mbak, saya sudah menikah 1,5 tahun. Beberapa bulan lalu, saya iseng melakukan tes DNA pada anak saya, hasilnya dia bukan anak kandung saya. Ternyata, istri baru terus terang kalau dia sudah hamil 1 bulan saat menikah dengan saya. Jujur saya sakit hati dengan istri, untuk menghilangkan rasa sakit itu, bagaimana ya Mbak? Mohon bantuannya.

Adie (Pria, 30 tahun)
adieXXXXXX@yahoo.com
Tinggi 163 cm, berat 60 kg

Jawaban

Pak Adie,

Tentu saat ini Anda merasa terhianati ya dengan ketidakjujuran istri. Pasti akan makan waktu untuk menghilangkan rasa sakit hati itu.

Salah satu yang meringankan adalah dengan mengingat hubungan Anda sekeluarga selama 1,5 tahun ini. Kalau hubungan Anda baik dan membuat Anda bahagia, ingatlah itu. Tiap orang pasti berbuat kesalahan. Tanyakan istri mengapa ia tidak berterus terang, apakah ia takut Anda akan meninggalkannya? Apakah ia membuat Anda bahagia selama ini? Apakah si kecil melengkapi hidup Anda?

Pastinya ingatlah si kecil. Ia membutuhkan Anda sebagai ayahnya untuk tumbuh besar. Jadikan hubungan Anda dan si kecil sebagai pemulih. Anak, adalah seseorang yang muncul dari hati, menurut saya, tidak melulu harus berasal dari rahim atau sperma kita. Bila Anda berdua punya hubungan yang erat, maka kebahagiaan akan menjadi milik Anda dan si kecil.

Mintalah juga istri untuk membantu proses ini dengan mengerti bahwa Anda butuh waktu dan dukungan. Anda juga bisa minta bantuan psikolog agar prosesnya berjalan lebih cepat dan efektif.

Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd

Murah

Aksesoris Fashion:


Aksesoris Komputer:

Aksesoris Mobil & Motor:

Aksesoris Rambut:


Alat Kantor:

Alat Kecantikan:


Alat Kesehatan:

Alat Olahraga:


Baju:

Buku, CD, Ebook:

Alat Keamanan & CCTV:


Charger dan Power Supply:

Dompet:

Elektronik Lain:

Gadget Komputer:


Handphone & Aksesoris HP:

Jam Tangan:


Kacamata & Softlens:


Kamera Digital & Handycam:

Kamera Tersembunyi:


Kecantikan:


Lampu Hias:

Mainan Anak:

Makanan & Minuman:

Obat & Jamu:

Pelangsing:


Pemutar Musik & Media Player:


Perawatan wajah & kulit:

Perlengkapan Bayi:

Perlengkapan Kerja:


Rumah Tangga:

Sepatu:

Software:

Suplemen Makanan:

Tablet PC & Laptop:


Tas:

Unik dan Hobby:


Tablet PC & Laptop:

Elektronik Lain:

Obat & Jamu: